Wahai Para Mughozin
Terkadang orang yang mampu melakukan sesuatu yang besar, merasa dirinya tidak mampu bahkan merasa sangat minder, Kita adalah sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT. Dimana manusia adalahdi tempatkan pada makhluk yang paling mulia diantara makhluk ciptaan Allah yang lain yang ada dan hidup di dunia ini.
Kita merasa minder karena banyak hal seperti: minder karena miskin ,minder karena kurang cakapnya wajah, minder karena pekerjaan kita kurang bonafit, minder karena tubuhnya pendek atau kecil,minder karena nilai ujian buruk, minder,minder,dan minder..........
Kita sama manusia tentu mempunyai banyak perbedaan ,tentang sifatnya,kebiasaanya,materinya..danlain sebagainya, tapi yang perlu dan penting di catat kemudian di ingat bahwa perbedaan kita di mata Allah SWT adalah tingkat keimanan seseorang, jadi jangan terlalu risau dan gundah, bahwa apa yang kita lakukan bila sesuai dengan apa yang di ingini Allah SWT. InsyaAllah apa yang yang kita lakukan tidak akan sia-sia di kemudian hari, selama kita masih di berikan kekuatan dan kemampuan untuk berdaya guna lakukan semaksimal mungkin agar terlihat hasilnya....dari pada kita hanya mendengar dan melihat karya orang lain walau terlihat indah padahal kita juga belum tahu hasil itu di mata Allah SWT.
Siang itu begitu tepat kalau di isi dengan pemenuhan hak perut yang sudah setengah dari jam kerja yang bertepatan dengan istirahat, sehingga akan muncul beberapa pertanyaan , ide .seperti: hari ini makan dimana ya..? , makan di warung soto babat aja.., di sederhana aja, makan di istana nelayan aja, makan disana aja murah………dst………
Pada hari,jam,menit,detik yang sama terjadi dialog yang berat sambil menahan lambungnya yang kembung karena banyak terisi angin, bahkan diantara anaknya atau ibu bapaknya,atau keluarganya bergemetar tak bertenaga, enggan melangkah mencari nafkah karena sudah terlalu lama menahan rasa sakit perutnya yang belum terisi sedikitpun karbohidrat,protein nabati maupun hewani…..mereka menahan rasa sakit yang luar biasa sambil merintih dan dengan suara yang hampir tidak terdengar..”hari ini makan apa..?”
Itulah dua sisi kehidupan yang berbeda dimana di sisi satu sudah kelebihan materi sehingga apa yang ia ingini gampang ia peroleh, sisi lain sangat kekurangan sehingga untuk mendapatkan sesuatu ia harus melakukan hal yang sebenarnya tidak ia ingini
